Hai Assalamualaikum wr.wb.
Perkenalkan nama saya Nabila Florensia Audrelia Putri.
Saya lahir di Kota Madiun, Jatim, dan aya bersekolah di SMPN 07 MADIUN. Disini saya mau berbagi cerita tentang saya saat mengikuti pembelajaran daring di SMPN 7 MADIUN.
 |
| Sekolah SMPN O7MADIUN (Shot on: Oppo A33| by.Nabila) |
Sudah satu tahun lebih pandemi korona melanda dunia. Sudah lebih dari satu tahun juga saya melakukan pembelajaran jarak jauh melalui internet. Pada masa Pandemi Covid - 19 ini pembelajaran di seluruh Indonesia atau bahkan hampir diseluruh dunia pasti mengalami gangguan karena pandemi virus Covid - 19. Ada jutaan orang yang meninggal di dunia, bahkan bukan hanya di Indonesia yang di sebabkan oleh virus Covid -19 tetapi seluruh dunia juga mengalami pandemi ini.
Virus corona datang tiba-tiba saja tak diundang menyeruak menjangkiti manusia. Termasuk menjangkiti dunia pendidikan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut pembelajaran digantikan dengan pembelajaran jarak jauh (pjj) dengan daring menggunaan internet.
Mulai saya mengikuti pembelajaran secara daring adalah pada saat saya kelas 7 sekitar semester 2 an. Waktu itu ketika saya dan teman-teman masuk sekolah untuk mengikuti ulangan, waktu baru masuk, alih- alih mengerjakan soal ulangan, kita malah di suruh untuk berkumpul, untuk di beritahukan bahwa. kita di suruh pulang ke rumah dan di himbau untuk langsung pulang dan tidak boleh kemana-mana untuk memutus rantai penyebaran virus Covid - 19.
Saya dan teman-teman saya pun pulang ke rumah, dan menunggu informasi lagi dari guru wali kelas SMPN 07 Madiun. Setelah itu saya mendapat informasi dari guru wali kelas saya di grup WhatsApp, bahwa seluruh siswa SMPN 07 MADIUN harus melakukan pembelajaran daring di rumah selama seminggu, bahkan sekolah lain juga mengikuti pembelajaran secara jarak jauh. Seminggu pun berlalu, saya mendapat informasi lagi bahwa kita melakukan pembelajaran jarak jauh lagi sampai kita pertengahan kelas 9. Saat itu saya merasa sedih karna tidak hisa bertemu dengan teman-teman saya , belajar bersama, bahkan tidak bisa bermain bersama. Saya dan teman-teman saya pun tidak bisa bertemu, belajar bersama, dan tidak bisa menikmati masa-masa smp kelas 8 dengan senang seperti pada sebelumnya. Walaupun itu kita masih bisa berhubungan lewat via WhatsApp.
Selama wabah Covid - 19 menjangkit hampir di seluruh dunia pembelajaran secara dalam jaringan daring yang menjadi solusi kegiatan belajar mengajarndi SMP 07 Madiun. Walaupun pembelajaran daring ini membuat saya dan teman-teman saya sulit memahami materi, tetapi kita harus tetap belajar mandiri juga.
Selain itu, kemampuan teknologi dan ekonomi setiap teman-teman saya berbeda-beda. Tidak semua teman saya memiliki fasilitas yang menunjang kegiatan belajar jarak jauh ini, sperti handphone, dan laptop. Sering kali Koneksi saya lemah, dan kuota internet yang terbatas, itu membuat saya tidak suka. Oleh karena itu, pemerintah kota Madiun memberi kita fasilitas berupa pinjaman laptop dan pemberian bantuan kuota internet.
Saat pembelajaran daring, mata pelajaran pemberian dari guru, pembelajaran yang di berikan dalam satu hari hanya ada beberapa jenis saja, tidak seperti biasanya, yang kadang jika pembelajaran di sekolah bisa sampai membawa 4 atau 5 buku setiap hari nya, namun sekarang hanya beberapa mata pelajaran yang di berikan oleh guru.
Banyak suka dan duka yang saya rasakan selama saya melakukan pembelajaran daring ini. Salah satunya adalah saya tidak perlu bangun lebih awal untuk berangkat ke sekolah. Dulu, sebelum zaman korona saya harus bangun jam 5 an lebih awal untuk bersiap-siap ke sekolah.
Internet adalah salah satu perangkat penting untuk menyokong sekolah daring saya. Tanpa internet, saya tidak bisa mengikuti kelas. Alhasil, proses belajar pun menjadi terganggu. Pernah suatu hari saya harus mengumpulkan tugas saya secara daring. Dengan kata lain, menurut saya, materi sekolah kebanyakan lebih mudah dipahami jika diterangkan langsung oleh guru di dalam kelas, alih-alih melalui internet. Walaupun demikian, untuk materi tertentu, saya bisa mencari penjelasannya sendiri di internet, buku, atau bertanya langsung kepada teman.
Hal lainnya yang saya rasakan selama sekolah secara daring adalah saya merasa lebih dekat dengan orangtua dan kakak saya. Itu karena mereka adalah orang-orang yang membantu saya belajar di rumah di masa pandemi ini. Meskipun demikian, belajar jarak jauh membuat saya sangat merindukan bertatap muka dan sentuhan fisik langsung dari teman-teman saya.
Pada saat saya sudah memasuki kelas pertengahan kelas 9, sekolah kami yaitu SMPN 7 Madiun sudah melakukan pembelajaran tatap muka, akan tetapi pembelajaran kali ini hanya hanya 50%, sebelumnya kami semua sudah vaksin, dan sekolah kami yaitu SMPN 7 Madiun menjadi tuan rumah untuk kegiatan vaksinasi Covid - 19. Lalu kami masuk sekolah sesuai jadwal sesi masing-masing, contohnya saya adalah kelompok sesi 2, hari senin kelompok 2 daring di rumah, sedangkan kelompok 1 tatap muka di sekolah dan seterusnya secara bergantian, dan khusus untuk hari jumat siswa yang masuk kelompok 1 dan kelompok 2 , jadi semuanya masuk. Saya senang sekali semua teman-teman saya masuk. kami bisa berbinacang- bincang seperti biasanya, tetapi kami selalu berjaga jarak, memakai masker, dan mematuhi protokol kesehatan.
Setiap datang ke sekolah, sebelum masuk ke kelas kita di wajibkan untuk cuci tangan terlebih dahulu, dan cek suhu badan dengan alat yang sudah di siapkan oleh sekolah SMPN 7 Madiun. Kita di haruskan mematuhi prokes, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Harapan saya adalah semoga pemdemi Covid - 19 ini segera berakhir, agar saya dan teman-teman saya bisa bertemu sapa lagi tanpa menjaga jarak, dan bisa bertemu para guru yang mengajar SMP 7 Madiun yang sudah mengajar kami, karna sudah lama kita tidak bertemu dan bisa mengikuti pembelajaran secara langsung di sekolah tanpa menjaga jarak.
Sekian dari cerita saya ketika belajar di rumah saat pandemi, terimakasih telah membaca wassalamualaikum wr.wb.😊
Video ketika saya belajar di rumah selama pandemi. Jangan lupa di tonton ya!
👇👇😉
Tidak ada komentar:
Posting Komentar